Etika dan Profesionalisme IT dalam Hubungan Pertemanan

Etika dan Profesionalisme IT dalam Hubungan Pertemanan



A. Pengertian Etika dan Profesi

Baiklah, pertama-tama saya ingin menjelaskan pengertian dasar tentang Etika, Moral dan Profesi.

Kata etika berasal dari bahasa Yunani, ethos atau ta etha yang berarti tempat tinggal, padang rumput, kebiasaan atau adat istiadat. Oleh filsuf Yunani, Aristoteles, etika digunakan untuk menunjukkan filsafat moral yang menjelaskan fakta moral tentang nilai dan norma moral, perintah, tindakan kebajikan dan suara hati. Kata yang agak dekat dengan pengertian etika adalah moral. Kata moral berasal dari bahasa Latin yaitu mos atau mores yang berarti adat istiadat, kebiasaan, kelakuan, tabiat, watak, akhlak dan cara hidup. Secara etimologi, kata etika (bahasa Yunani) sama dengan arti kata moral (bahasa Latin), yaitu adat istiadat mengenai baik-buruk suatu perbuatan. Namun demikian moral tidak sama dengan etika. Kata moral lebih mengacu pada baik-buruknya manusia sebagai manusia, menuntun manusia bagaimana seharusnya ia hidup atau apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Sedangkan etika adalah ilmu, yakni pemikiran rasional, kritis dan sistematis tentang ajaran-ajaran moral. Etika menuntun seseorang untuk memahami mengapa atau atas dasar apa ia harus mengikuti ajaran moral tertentu. Dalam artian ini, etika dapat disebut filsafat moral. Yang dimaksud etika profesi adalah norma-norma, syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh sekelompok orang yang disebut kalangan profesional. Lalu siapakah yang disebut profesional itu? Orang yang menyandang suatu profesi tertentu disebut seorang profesional. Selanjutnya Oemar Seno Adji mengatakan bahwa peraturan-peraturan mengenai profesi pada umumnya mengatur hak-hakyang fundamental dan mempunyai peraturan-peraturan mengenai tingkah laku atau perbuatan dalam melaksanakan profesinya yang dalam banyak hal disalurkan melalui kode etik.

Sedangkan yang dimaksud dengan profesi adalah suatu moral community (masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan nilai bersama. Mereka membentuk suatu profesi yang disatukan karena latar belakang pendidikan yang sama dan bersama-sama memiliki keahlian yang tertutup bagi orang lain.

B. Etika dan Profesionalisme IT secara Umum dan dalam Hubungan Pertemanan

Langsung saja saya menjelaskan pendapat saya tentang hal ini. Eheeeem…

Sebagai seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan etika penggunaan teknologi informasi di tempat kerja. Kita mempunyai tanggung jawab manajerial. Kita harus menerima tanggung jawab secara etis seiring dengan aktivitas pekerjaan. Hal itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik sebagai suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam organisasi. Sebagai seorang manajer atau pebisnis profesional, akan jadi tanggung jawab kita untuk membuat keputusan-keputusan tentang aktivitas bisnis dan penggunaan teknologi informasi, yang mungkin mempunyai suatu dimensi etis yang harus dipertimbangkan.

Teknologi Informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia. Karena TI ibarat pisau bermata dua, legal dan ilegal, baik dan buruk, maka mau tak mau berhubungan dengan etika dan hukum. Dan dalam hubungannya dalam pertemanan, etika dan profesionalisme IT kadang ada benturan-benturan dengan pemikiran rasional dan moral social, maka sebaiknya setiap individu dapat memahami dan membedakan hubungan pertemanan dengan hubungan kerja, membedakan seperti kapan, dimana, dan kepada siapa, hal ini agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan teman kerja ataupun teman di luar kantor.

Banyaknya aplikasi, peningkatan penggunaan dan profesi IT telah menimbulkan berbagai isu etika atau pelanggaran etika yang dapat dikategorikan dalam empat jenis:

1. Isu privasi : rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain seperti teman kerja, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu (pelanggan atau teman kerja) dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Meskipun hal ini merupakan perintah dari atasan, privasi informasi ini tentu merupakan pelanggaran hak individu, kelompok, ataupun institusi, dan ini termasuk pelanggaran HAM. Dan dalam hubungannya dengan pertemanan hal ini berlawanan dengan etika pertemanan, yakni menjaga privasi antar teman dan hubungan baik.

2. Isu akurasi : autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan, hal ini juga dapat berlawanan dalam hubungannya dengan pertemanan karena informasi bisa saja tidak diberikan kepada teman diluar kantor ataupun teman kerja yang meskipun itu berhubungan dengannya, ingat untuk membedakan kapan, dimana, dan kepada siapa. Kepercayaan dan tidak memberitahukan kebenaran berlawanan dengan kerahasiaan informasi demi profesionalisme IT.

3. Isu property : kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film. Dalam hubungannya dengan pertemanan seperti teman diluar kantor, sebaiknya tidak sembarang memberikan atau menggandakan software berlisensi milik perusahaan karena hal ini termasuk pelanggaran hukum.

4. Isu aksesibilitas : hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi. Secara profesionalisme memang hal ini merupakan etika profesi, maka individu sebaiknya tidak membuka atau mengakses informasi yang berhubungan perusahaan dengan atau bersama teman, seperti meminjam laptop atau handphone teman, maka agar segera langsung menghapus informasinya.

C. Kesimpulan
Oke sebelum menutup posting ini, saya ingin memberikan kesimpulan dari apa yang saya kemukakan diatas adalah, bahwa etika dan profesionalisme itu merupakan hal yang penting saat ini, tetapi kadang benturan-benturannya dengan moral social terutama dalam hubungan pertemanan dapat menimbulkan kebingungan, hal ini seperti benturan profesi dan individu. Maka sebaiknya setiap individu dapat memahami dan membedakan hubungan pertemanan dengan hubungan kerja, membedakan seperti kapan, dimana, dan kepada siapa, hal ini agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan teman kerja ataupun teman di luar kantor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: