Etika dan Profesionalisme IT dalam Pandangan Hukum



  1. Pembahasan secara umum

Berlanjut dari posting sebelumnya, saya pernah menjelaskan bahwa teknologi Informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia, karena IT ibarat pisau bermata dua, legal dan ilegal, baik dan buruk, maka mau tak mau berhubungan dengan etika dan hukum.

Nah… jadi merupakan hal yang penting untuk mengetahui bahwa hal yang tidak etis belum tentu ilegal. Jadi, dalam kebanyakan situasi, seseorang atau organisasi yang dihadapkan pada keputusan etika tidak mempertimbangkan apakah itu merupakan pelanggaran hukum atau tidak.  Memang yang jadi masalah pada bidang ini yakni orang masih meraba-raba batasan antara inovasi, kreatifitas, dan pelanggaran etika dan hukum, apalagi dunia ini hampir sepenuhnya digeluti oleh anak-anak muda yang kerap mengabaikan persoalan moralitas yang abu-abu.

Salah satu alasan sulitnya menegakkan etika dan hukum di dunia IT adalah karena bidang ini bisa dibilang baru, tak seperti dunia kedokteran yang usianya sudah ratusan abad, bidang IT adalah profesi baru. Walaupun ada juga yang melanggar, dalam dunia kedokteran, etika profesi sangat dijunjung tinggi. Ini jauh berbeda dengan dunia IT, di mana orang sangat mudah melanggar etika dan kadang secara tidak sadar telah melanggar hukum, seperti isu-isu etika yang saya jelaskan pada posting sebelumnya. Yah… tapi buat yang belum baca, saya berbaik hati menulis ulang dan ditambah dengan penjelasannya dalam pandangan hukum atau contoh pelanggaran hukumnya :

  1. 1. Isu privasi : rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Meskipun hal ini merupakan perintah dari atasan, privasi informasi ini tentu merupakan pelanggaran hak individu, kelompok, ataupun institusi, dan ini termasuk pelanggaran HAM. Maka berhati-hatilah bagi yang berprofesi di bidang ini, karena profesionalisme tidak harus melanggar hukum kaaaan…
  2. 2. Isu akurasi : autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan, nah anda pasti tahu bila ada individu yang merasa dirugikan tentu saja hal ini bisa dibawa ke jalur hukum, dan siapa yang bertanggung jawab akan hal itu bisa dituntut.
  3. 3. Isu property : kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan IT adalah perangkat lunak, semua orang pasti tahu, penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan ini merupakan masalah besar bagi para vendor, hati-hati loooooooh………..
  4. 4. Isu aksesibilitas : hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi. Kalau hal ini apa yah yang berhubungan dengan hukum??. Oia, berhubungan dengan hak akses dan keamanan system, hati-hati dengan tugas atau perintah atasan untuk melanggar hal itu dengan menuntut profesionalisme profesi, pelanggaran hak akses dan keamanan system dapat membawa anda ke dalam jeruji besi.

    B. Pembahasan dalam hubungannya dengan UU ITE

Etika profesi IT memang sekarang sudah dimasukkan ke dalam undang-undang ITE, segala aturan dan kegiatan yang berhubungan dengan IT yang dapat melanggar hukum telah dirancang sedimikian rupa, tetapi sayangnya undang-undang tersebut masih banyak hal yang abu-abu atau tidak jelas karena tidak dijelaskan secara spesifik, sepertinya UU ini belum layak untuk diberlakukan karena UU ini isinya seperti UU rancangan secara umum saja.

Setelah pemberlakuannya, memang UU ini dapat menjaring para hacker-hacker nakal, termasuk teknisi IT yang melanggar isu-isu etika diatas. Tetapi UU ini pun telah memakan korban, kesalahan pemahaman isi UU karena UU yang kurang jelas itu dapat berakibat fatal. Berikut komentar dari W. Purbo tentang UU ITE bisa di KLIK disini..

Sebagai penutup, saran saya untuk pemerintah, cepat2 deh perbaikin UU ITE sebelum memakan korban para blogger, hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: